Untuk Squad dan Keluarga SMAID
teman teman guru SMAID anak-anak didikku saya khawatir tidak sempat menyampaikan maksud dari setiap langkah kecil yang saya berikan ketika mendidik para siswa SMAID saya sadar betul bahwa kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat dan saya ketahui lebih sedikit dari pada kekurangan dan kesalahan yang saya tidak ketahui niat awal saya bergabung di SMAID adalah murni mencari nafkah yang merupakan kewajiban saya sebagai suami dan kepala keluarga. bahkan diawal saya bergabung seringkali acuh dengan kondisi tingkah laku para siswa/ siswi juga segala program yang dicanangkan karena saya masih ego, dan bahwa saya disini sedang bekerja yaitu setelah mengajar pulang ke rumah tanpa memikirkan efek jangka pendek, menengah dan panjang. dan hal tersbesar yang mendorong saya untuk bersikap acuh adalah rasa takut. Jujur saya takut banget, saya takut jatuh cinta dengan tempat dimana saya bertugas serta segala dinamikannya apalagi, ...