Untuk Squad dan Keluarga SMAID

 teman teman guru  SMAID

anak-anak didikku

    saya khawatir tidak sempat menyampaikan maksud dari setiap langkah kecil yang saya berikan ketika mendidik para siswa SMAID

    saya sadar betul bahwa kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat dan saya ketahui lebih sedikit dari pada kekurangan dan kesalahan yang saya tidak ketahui

    niat awal saya bergabung di SMAID adalah murni mencari nafkah yang merupakan kewajiban saya sebagai suami dan kepala keluarga. bahkan diawal saya bergabung seringkali acuh dengan kondisi tingkah laku para siswa/ siswi juga segala program yang dicanangkan karena saya masih ego, dan bahwa saya disini sedang bekerja yaitu setelah mengajar pulang ke rumah tanpa memikirkan efek jangka pendek, menengah dan panjang. dan hal tersbesar yang mendorong saya untuk bersikap acuh adalah rasa takut. Jujur saya takut banget, saya takut jatuh cinta dengan tempat dimana saya bertugas serta segala dinamikannya apalagi, jika ada yang memaksa saya untuk berbuat ikhlash, pasti saya akan langsung berhujah. 

    namun seiring berjalannya waktu, Allah berikan saya berbagai pelajaran kehidupan untuk mau berdamai dengan ego dan kerasnya kepala hati. beberapa guru yang datang dan pergi, dari merekalah saya banyak mengambil hikmah bahkan, subhanallah ada juga karakter seorang guru yang teramat sering membuat semua tim termasuk saya sendiri harus bersabar diri dengan kelakuan fitnahnya. hanya satu sikap untuk menhadapi orang macam ini yaitu bahwa fitnahnya adalah kunci kekuatan untuk masuk syurga dengan bersabar.

    saya alhamdulillah pernah merasakan dipecat ditempat ini walaupun, dengan idzin Allah dan gak masuk dalam hitungan logika sosial, saya dipanggil lagi ke tempat ini. entah harus bersyukur atau harus bersabar tapi yang jelas, membangung usaha dari nol dan keluar dari zona nyaman tidaklah mudah. dan salah satu tantangan ketika saya ketempat ini lagi adalah saya harus berjuang berdamai dengan masa lalu yang pahit itu. 

    alhamdulillah Allah memberikan saya pelajaran dari berbagai karakter guru dan siswa. dan sering saya rumuskan peran-peran manusia yang ada di SMAID yang mungkin kedepannya peran tersebut akan tetap ada namun manusianya saja yang berganti-ganti. selain itu, salah satu hal yang saya amat syukuri adalah saya mendapatkan pemimpin yang takut sama Allah dan berpegang teguh pada risalah utusan-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI SENI RUPA 2D SMA X-XII